Teknologi digital yang modern telah membuat mungkin untuk memanipulasi sinyal multi-dimensi dengan sistem yang terbentang dari rangkaian digital yang sederhana ke komputer paralel yang maju. Tujuan manipulasi ini mungkin menjadi dibagi menjadi tiga kategori:
* Image Processing image in -> image out
* Image Analysis image in -> measurements out
* Image Understanding image in -> high-level description out
Kita akan memfokuskan pada konsep fundamental dari pemrosesan citra. Ruang tidak mengijinkan kita membuat lebih dari beberapa komentar pengantar tentang analisa citra. Pemahaman Citra memerlukan satu pendekatan yang berbeda pada dasarnya dari tema beberapa buku. Lebih lanjut, kita akan membatasi diri kita pada dua-dimensi (2D) pemrosesan citra walaupun sebagian besar konsep dan teknik itu harus digambarkan secara meluas sehingga memudahkan kepada tiga atau lebih banyak dimensi.
Kita mulai dengan definisi dasar yang tertentu. Satu citra mendefinisikan di “dunia nyata” adalah dianggap sebagai satu fungsi dari dua variabel riil, sebagai contoh, satu(x,y) dengan satu ketika amplitudo (e.g. kecerahan) citra di riil mengkoordinir posisi (x,y). Satu citra mungkin saja dipertimbangkan untuk berisi sub-images kadang-kadang disebut sebagai regions-of-interest, ROIs, atau hanya daerah. Konsep ini merefleksikan fakta dimana citra sering berisi koleksi objek dimana masing-masing mungkin menjadi basis untuk satu daerah. Dalam satu citra canggih memproses sistem haruslah mungkin untuk menerapkan citra spesifik pemrosesan operasi ke menyeleksi daerah. Dengan begitu satu bagian dari satu citra (daerah) mungkin saja diproses untuk menindas gerakan embunan sementara lain bagian mungkin saja diproses untuk meningkatkan terjemahan warna.
Itu saja pendahuluan dari Pengolahan Citra semoga dapat dilanjutkan pada lain kesempatan.